Sophie Russel sebelum dianiaya sekelompok remaja. Ia kini tengah bersiap menjadi model.
"Saya berterima kasih kepada orang-orang yang memukul saya."
Seorang remaja penyandang autis yang wajahnya rusak karena babak belur dianiaya sekelompok remaja akhirnya dapat tersenyum. Ia kini menjadi seorang model.
Gadis cantik itu bernama Sophie Russell. Usianya baru menginjak 16 tahun. Sejak tumbuh remaja, ia memang sudah menunjukkan kecantikan alami dan bakatnya di dunia model meski ia didiagnosa autis.
Ia pernah mengalami hal yang sangat memilukan, wajahnya babak belur dan mengalami kerusakan akibat dianiaya sekelompok remaja. Ia sampai harus melakukan operasi rekonstruksi wajah dan tidak bersekolah selama 10 bulan setelah serangan brutal, Februari lalu.
Serangan tersebut terjadi di Louth, Lincs, Inggris dengan meninggalkan luka dalam, patah hidung, wajah hancur dan trauma yang berkepanjangan. Ia juga mengalami luka serius di bagian bibir atas, rahang dan tulang pinggulnya yang retak.
Namun kurang dari dua tahun, remaja putri yang memiliki sindrom Asperger telah pulih dan menjadi finalis dalam kompetisi pemilihan model lokal.
Jika memang, Sophie akan mendapatkan kontrak menjadi model dan tentunya menjadi sampul muka majalah yang menjadi sponsor acara tersebut.
Seperti dikutiip situs The Sun, Sophie mengisahkan, jika serangan brutal tersebut telah memberinya kekuatan untuk mengejar mimpi menjadi seorang model.
"Saya berterima kasih kepada orang-orang yang memukul saya karena saya tidak akan menjadi seperti saat ini kalau tidak mengalaminya. Saya saat ini menjadi lebih baik dan bersemangat. Jadi terima kasih untuk mereka," ujarnya.
Saat kejadiaan nahas tersebut Sophie sedang berjalan ke rumah kekasihnya. Ia kemudian diserang oleh sekelompok remaja, terdiri dari empat anak perempuan dan lima lelaki. Mereka mulai mem-bully Sophie dan kemudian menyiksanya secara beramai-ramai. Setelah puas, mereka meninggalkan Sophie dengan luka yang mengerikan.
Ia sendiri tidak tahu kenapa kelompok remaja tersebut sampai menyerangnya. Namun kini ia sudah tidak mempedulikan lagi. Sophie lebih suka berbicara mengenai dunia modelling yang kini digelutinya.
"Ini telah menjadi karier saya. Saya mulai tertarik dengan dunia ini sejak berusia empat tahun." ujarnya.
"Saat wajah saya hancur, saya sempat merasa tidak mampu melakukannya. Namun kepercayaan diri itu kemudian muncul dan saya pikir saya harus kuat," terangnya.
Sophie yang pernah ikut membawa obor Olimpiade, akan bersaing dengan 200 kandidat lainnya dari kontes modelling yang diikutinya.
Seorang remaja penyandang autis yang wajahnya rusak karena babak belur dianiaya sekelompok remaja akhirnya dapat tersenyum. Ia kini menjadi seorang model.
Gadis cantik itu bernama Sophie Russell. Usianya baru menginjak 16 tahun. Sejak tumbuh remaja, ia memang sudah menunjukkan kecantikan alami dan bakatnya di dunia model meski ia didiagnosa autis.
Ia pernah mengalami hal yang sangat memilukan, wajahnya babak belur dan mengalami kerusakan akibat dianiaya sekelompok remaja. Ia sampai harus melakukan operasi rekonstruksi wajah dan tidak bersekolah selama 10 bulan setelah serangan brutal, Februari lalu.
Serangan tersebut terjadi di Louth, Lincs, Inggris dengan meninggalkan luka dalam, patah hidung, wajah hancur dan trauma yang berkepanjangan. Ia juga mengalami luka serius di bagian bibir atas, rahang dan tulang pinggulnya yang retak.
Namun kurang dari dua tahun, remaja putri yang memiliki sindrom Asperger telah pulih dan menjadi finalis dalam kompetisi pemilihan model lokal.
Jika memang, Sophie akan mendapatkan kontrak menjadi model dan tentunya menjadi sampul muka majalah yang menjadi sponsor acara tersebut.
Seperti dikutiip situs The Sun, Sophie mengisahkan, jika serangan brutal tersebut telah memberinya kekuatan untuk mengejar mimpi menjadi seorang model.
"Saya berterima kasih kepada orang-orang yang memukul saya karena saya tidak akan menjadi seperti saat ini kalau tidak mengalaminya. Saya saat ini menjadi lebih baik dan bersemangat. Jadi terima kasih untuk mereka," ujarnya.
Saat kejadiaan nahas tersebut Sophie sedang berjalan ke rumah kekasihnya. Ia kemudian diserang oleh sekelompok remaja, terdiri dari empat anak perempuan dan lima lelaki. Mereka mulai mem-bully Sophie dan kemudian menyiksanya secara beramai-ramai. Setelah puas, mereka meninggalkan Sophie dengan luka yang mengerikan.
Ia sendiri tidak tahu kenapa kelompok remaja tersebut sampai menyerangnya. Namun kini ia sudah tidak mempedulikan lagi. Sophie lebih suka berbicara mengenai dunia modelling yang kini digelutinya.
"Ini telah menjadi karier saya. Saya mulai tertarik dengan dunia ini sejak berusia empat tahun." ujarnya.
"Saat wajah saya hancur, saya sempat merasa tidak mampu melakukannya. Namun kepercayaan diri itu kemudian muncul dan saya pikir saya harus kuat," terangnya.
Sophie yang pernah ikut membawa obor Olimpiade, akan bersaing dengan 200 kandidat lainnya dari kontes modelling yang diikutinya.
Penulis: Teddy Kurniawan

0 komentar:
Posting Komentar