Selama
ini kita melihat sebagian besar orang Korea di layar kaca memiliki
kulit putih mulus, bening nan menggiurkan, bahkan banyak diantara
masyarakat kita yang tersugesti bahwa semua orang Korea itu putih, mulus
dan tentunya cakep!
Bahkan saking terkenalnya “putih” ala Korea, banyak sekali iklan di
negara kita memakai label “Mau kulit putih mulus ala Korea”?
“Putih seperti artis Korea” dll
Stigma Korea itu “putih” tentunya dibentuk oleh
pandangan masyarakat kita, hasil dari “brainwashing”, drama drama Korea,
Girlband dan Boyband nya terbungkus dalam kemasan Hallyu Wave.
Namun benarkah sebetulnya Korea itu putih dan mulus seperti
penampakan di TV-TV? Mari kita lihat “fakta” dibalik tabir “putih Korea”
1. Kosmetik
Korea memiliki tingkat konsumsi kosmetik whitening
yang signifikan, 9 dari 10 wanita Korea melakukan perawatan kulit
menggunakan bahan kosmetik mengandung whitening, dan hampir tiap 2
minggu sekali mereka melakukan berbagai macam perawatan kulit ke dokter
mereka
Btw ttg BB Cream, pernahkah kalian
mendengar kosmetik terkenal satu asal Korea ini? BB cream merupakan
tinted mosturizer yang berfungsi sebagai whitening dan anti kusam,
disini saya tidak akan membahas seberapa efektif BB Cream memutihkan
wajah kamu tapi sejenak kita akan tengok kandungan chemical yang membuat
kulit kamu “putih” (anti pigmentasi kulit ) pada BB Cream Korea di
bawah ini. BB cream trsbt adalah brand BB Cream Korea yang umum
digunakan warga Korea.. coba lihat, adakah yang mengamati berapa nilai
kandungan spf pada BB creamnya?
sekarang coba bandingkan dengan spf pada kosmetik yang populer dipakai di Indonesia?
Yeap kandungan spf BB cream Korea lebih besar nyaris 2 kali lipat dibandingkan kosmetik Indonesia.
Mengapa kosmetik Korea spfnya lebih tinggi? padahal jika kita
pikirkan spf itu sendiri berguna untuk memfilter sinar uvA matahari.
Kita tau, bahwa terik matahari di Korea tidaklah seterik di negara kita yang jelas- jelas
beriklim tropis, namun mengapa mereka yang memiliki iklim dingin dan
“terlahir putih mulus dari lahir ini” memakai kosmetik dengan spf lebih
besar? , bahkan nilai spf ini biasanya pada dunia medis digunakan untuk
penderita sindrom lupus, yaitu suatu sindrom yang membuat orang tidak
boleh terpapar sinar matahari.
Bukannya logika kita seharusnya berujung pada Indonesia
itu semestinya memiliki kosmetik dengan kandungan spf lebih tinggi
dibanding Korea?
Jika memang mereka benar-benar terlahir berkulit putih ala bule dan
mulus, mereka tidak akan takut kulitnya gelap, justru mereka akan
meng”gelap” kan kulitnya seperti yang orang bule lakukan, karena
dimanapun kau berpijak hukum ekonomi selalu berlaku bahwa “kelangkaan”
adalah hal yang paling “banyak diminati” , ketika orang kulit tanned /
eksotik langka di suatu negara, maka negara tersebut akan berlomba
mentannedkan kulit mereka, dan vice versa jika di suatu negara langka
orang yang berkulit putih, maka orang di negara tersebut akan melakukan
berbagai cara supaya kulitnya terlihat putih , seperti halnya yang
terjadi di Indonesia.
Kita dapat mengerti bahwa masyarakat kita begitu menginginkan kulit
putih, pertama karena cuaca kita tropis sehingga membuat sebagian besar
orang di negara ini memiliki kulit “yang eksotis” dan kedua memang
karena alasan pertama , maka jarang orang yang memang benar benar
memliki kulit putih.
Dari beberapa fakta diatas dapatkah kita ambil
hipotesis bahwa sebenarnya orang Korea sendiri “tergantung” pada
kosmetik whitening high spf itu karena sebagian besar masyarakatnya
tidak memiliki kulit putih-mulus? well kita lihat dulu
pembahasan selanjutnya di bagian 2 nanti

0 komentar:
Posting Komentar