Penelitian di Pennsylvania State menunjukkan bahwa pertengkaran
dengan pasangan membantu wanita meredakan stres. Sementara itu,
pertengkaran justru membuat pria merasa lebih stres.
Ilmuwan mengamati 140 pasangan yang sedang menunggu kelahiran anak
pertama mereka dengan
mengukur kadar hormon cortisol pada contoh air
liur mereka sebelum, selama, dan setelah menjawab pertanyaan mengenai
hubungan mereka.
Hasilnya, pertengkaran dan sikap permusuhan pasangan diketahu
meningkatkan kadar stres pria. Uniknya, permusuhan dan pertengkaran
justru memberikan efek sebaliknya bagi wanita. Bertengkar dan berdebat
diketahui mampu menurunkan kadar stres mereka.
"Pria biasanya merasa lebih cemas dan stres ketika mengalami
permusuhan dan berdebat dengan pasangan mereka," jelas peneliti Mark
Feinberg, seperti dilansir oleh Shine! (14/11).
"Sebaliknya, wanita justru merasa stres lebih lama jika mereka tidak
mengeluarkan perasaan mereka melalui perdebatan," tambahnya.
Temuan ini mungkin terdengar aneh. Namun Feinberg menyatakan bahwa
bagi wanita yang sedang cemas dan mengalami stres, berdebat dan
mengemukakan pendapat mereka bisa jadi salah satu jalan untuk meyakinkan
diri bahwa mereka dan pasangan masih terhubung dan terlibat satu sama
lain.
Namun perlu diketahui bahwa penelitian ini dilakukan pada pasangan
yang sedang menanti kelahiran anak pertama. Biasanya pasangan mengalami
peningkatan stres pada masa ini. Sementara wanita yang hamil secara
alami telah memiliki kadar cortisol yang tinggi.
Bagaimana dengan Anda, apakah hasil penelitian di atas sesuai dengan apa yang Anda rasakan?

0 komentar:
Posting Komentar