Cara Mendisable Akses Directory WordPress Agar Tak Mudah Di Hack. Secara
default, beberapa direktori atau folder yang ada di WordPress (self
hosting) bisa diakses isinya oleh pengunjung umum (publik). Misalnya
ketika anda ketikkan di browser dengan url seperti ini :http://namadomain.com/wp-content/uploads/ atau http://domain.com /wp-includes/, maka file-file yang ada di folder atau direktori tersebut akan
bisa dilihat oleh pengunjung.
Settingan default seperti tersebut sebenarnya kurang baik untuk
keamanan WordPress. Ibarat sebuah rumah kita membiarkan pintu dan
jendela terbuka tanpa kunci atau gembok sehingga orang lain akan dengan
leluasa melihat isi rumah kita.
Untuk meningkatkan keamanan dari ulah orang-orang iseng, maka
settingan default tersebut harus diganti agar beberapa direktori atau
folder yang ada di WordPress (self hosting) tidak bisa diakses isinya
oleh pengunjung umum (publik). Setting bisa dilakukan melalui file
.htaccess, httpd.conf atau Cpanel.
1. Disable direktori browsing/akses menggunakan .htaccess
- Buka file .htacces yang ada di root direktori hosting.
- Tambahkan kode berikut ini di dalamnya
# disable directory browsing Options All -Indexes
Dan atau :
# PREVENT FOLDER LISTING IndexIgnore *
2. Disable direktori browsing/akses menggunakan httpd.conf (dedicated server)
- Buka httpd.conf, biasanya terletak di /usr/local/apache/conf or /etc/httpd.conf
- Buka bagian Virtual Host settings dan lihat pada bagian ”Options Indexes“
- Ganti Indexes ke -Indexes pada bagian Option Indexes, jika opsi ini tidak ada, anda bisa menambahkan baris Options -Indexes di dalamnya.
- Restart apache web server Anda.
3. Disable direktori browsing/akses lewat CPanel hosting
- Login ke CPanel
- Klik pada icon Index Manager yang ada di menu Advanced
- Klik Go, setelah itu akan ditampilkan list dari direktori yang ada, pilih pada bagian direktori atau folder yang akan didisable direktori browsingnya, kemudian beri ceklist pada bagian No Indexing, settingan defaultnya adalah Default System Setting
- Klik Save (simpan)
Dengan cara-cara tersebut di atas maka direktori atau folder
WordPress anda tidak akan bisa diakses oleh pengunjung (disable
direktory browsing), dan ketika ada pengunjung yang akan
mengakses/membuka salah satu direktori biasanya muncul peringatan Error
403 : Access forbidden! You don’t have
permission to access the requested directory. There is either no index
document or the directory is read-protected. If you think this is a server error, please contact the webmaster.
Untuk mengatasi munculnya Error 403, silahkan buat file PHP pada
direktori yang akan didisable directory browsingnya dengan nama
index.php isinya seperti ini :
<?php // Silence is golden. ?>
dengan kode di atas ketika ada pengunjung yang akan mengakses/membuka
salah satu direktori biasanya munculnya adalah halaman kosong. Atau
mungkin bisa juga diisi dengan sebuah notifikasi*) misalnya “Hayoooo mau
lihat apaan nich ngintip-ngintip … !!!“, dan supaya tampilannya rada
keren bisa ditambahkan sedikit style misalnya dengan :
ccc;color:red;font-size:50px;font-weight:bold;text-shadow:1px 1px 2px #000;text-align:center;height:500px;padding:50px”>Hayoooo mau lihat apaan nich … !!!

0 komentar:
Posting Komentar